free webpage hit counter

Sawahlunto Kota Bersih Dengan ODF 85%, MENKES RI Apresiasi

Foto Bersama, usai Launching aplikasi STBM tersebut, dilakukan malam tadi (30/5) di Crown Plaza Semarang, yang juga dihadiri oleh perwakilan The World Bank, Martin dan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) serta beberapa Kepala Daerah Kabupaten Kota, seperti H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP (Gubernur Jawa Tengah), Drs. H. Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumatera Barat), Ali Yusuf,S.Pt (Walikota Sawahlunto), Sri Sumarni (Bupati Bupati Grobogan) juga pimpinan daerah kabupaten/ Kota lainnya, SKPD terkait serta anggota AKKOPSI (Asosiasi Kabupaten/ Kota Peduli Sanitasi).
Foto Bersama, usai Launching aplikasi STBM tersebut, dilakukan malam tadi (30/5) di Crown Plaza Semarang, yang juga dihadiri oleh perwakilan The World Bank, Martin dan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) serta beberapa Kepala Daerah Kabupaten Kota, seperti H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP (Gubernur Jawa Tengah), Drs. H. Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumatera Barat), Ali Yusuf,S.Pt (Walikota Sawahlunto), Sri Sumarni (Bupati Bupati Grobogan) juga pimpinan daerah kabupaten/ Kota lainnya, SKPD terkait serta anggota AKKOPSI (Asosiasi Kabupaten/ Kota Peduli Sanitasi).

Semarang, JN –  Semboyan Indonesia Bebas Buang Air Besar Sembarangan, atau dikenal sebagai ODF (Open Defecation Free), menjadi salah satu program unggulan beberapa daerah di Indonesia saat ini. Melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang disinergikan dengan upaya kolaboratif seperti terobosan pemimpin daerahnya, juga harus didukungan kemitraan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

STBM sebagai strategi nasional pembangunan sanitasi, ternyata telah berhasil meningkatkan akses sanitasi 47% penduduk perdesaan di tahun 2015. Bukan itu saja, praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS), tiga kali lipat dari rata – rata 0,6% pertahunnya (2000 – 2008) menjadi 1,6% pertahun sepanjang 2008 – 2015.

Oleh sebab itu, dalam rangka mendorong dan mempercepat terwujudnya komunitas dan desa ODF/ Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Kementrian Kesehatan didukung dengan lembaga Water and Sanitation Program (WSP) – the World Bank, mengembangkan aplikasi STBM Smart.

Aplikasi tersebut, ditujukan untuk mengoptimalkan interaksi dalam pemantauan dan pengelolaan program bagi pelaku STBM. Aplikasi tersebut langsung berhubungan dengan database STBM Nasional (stbm.indonesia.org). Dengan upaya  tersebut, diharapkan mampu mendorong fungsi control dan monitoring, agar pelaporan program STBM dapat lebih optimal.

Launching aplikasi STBM tersebut, dilakukan malam tadi (30/5) di Crown Plaza Semarang, yang juga dihadiri oleh perwakilan The World Bank, Martin dan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) serta beberapa Kepala Daerah Kabupaten Kota, seperti H. Ganjar PranowoS.HM.IP (Gubernur Jawa Tengah), Drs. H. Nasrul Abit  (Wakil Gubernur Sumatera Barat), Ali Yusuf,S.Pt (Walikota Sawahlunto), Sri Sumarni  (Bupati Bupati Grobogan) juga pimpinan daerah kabupaten/ Kota lainnya, SKPD terkait serta anggota AKKOPSI (Asosiasi Kabupaten/ Kota Peduli Sanitasi).

Ternyata dalam pertemuan itu, ketika Nasrul Abit, diminta oleh pembawa acara, Prabu Revolusi, untuk menyampaikan kondisi Sumatera Barat, dengan semangat ia pun memanggil Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf. Sebab, setelah Kota Payakumbuh dan Kota Bukittingi, Kota Sawahlunto adalah kota terbersih di Sumatera Barat dengan persentase ODF  (Open Defecation Free)-nya mencapai 85%.

Kepada Jurnal.News, Ali Yusuf menyebutkan, bahwa dirinya yakin pada tahun 2018 nanti Kota Sawahlunto akan mencapai ODF hingga 100%.

“Ditahun 2017 kita sudah mulai terjadi peningkatan, ODF adalah sumber kesehatan. Sebab dengan bebas buang air besar sembarangan, kita akan memperoleh kebersihan dan kesehatan yang sempurna. Kami akan memperhatikan ODF dengan tiga aspek pentingnya, yakni: drainase, sampah dan air minum. Ketika aspek itu akan menjadi konsentrasi Pemerintah Kota Sawahlunto, terutama di 18 Desa/ Kelurahan di Kota Sawahlunto yang saat ini menjadi perhatian serius,” ungkap Ali Yusuf.

Usai acara dan foto bersama, Ali Yusuf dengan Menteri Kesehatan RI, tampak berbincang serius. Nila Farid Moeloek, mengapreasiasi Kota Sawahlunto yang mampu mencapai 85% ODF dan optimis di tahun 2019 mampu mencapai 100% ODF.

Ali Yusuf juga menyampaikan secara langsung kepada Nila Farid Moeloek, tentang beberapa program kesehatan unggulan yang saat ini sudah disiapkan untuk Kota Sawahlunto.

Uniknya, launching STBM Smart, ditandai oleh pemukulan kentongan oleh seluruh peserta dan undangan yang hadir, serta diiringi oleh tarian Angsa anak – anak Semarang yang anggun.  (Rico AU)

 

Tulisan tangan Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto, sebagai bentuk komitmen dengan ODF yang juga ditempel dengan ratusan tulisan yang sama di acara launching STBM Smart.
Tulisan tangan Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto, sebagai bentuk komitmen dengan ODF yang juga ditempel dengan ratusan tulisan yang sama di acara launching STBM Smart.
Dibaca 634 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dog