free webpage hit counter

Mencari Obat Mujarab Untuk PDAM Padang Pariaman

Aminudin,A.Md, Direktur PDAM Kabupaten Padang Pariaman
Aminudin,A.Md, Direktur PDAM Kabupaten Padang Pariaman

Jurnal.News, Piaman – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, H.Faisal Arifin,S.IP Rangkayo Majo Basa, kepada www.jurnal.news, pernah mengungkapkan, bahwa di negeri Piaman (Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman & sekitarnya) sangat kaya dengan air.

“Piaman sangat kaya dengan air. Jika saja itu bisa kita kelola lebih maksimal, mungkin sawah – sawah dan pertanian jenis lainnya di negeri kita ini, akan bisa melebihi negara tetangga,” ungkap Faisal Arifin, dirumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Pariaman, belum lama ini.

Kabupaten Padang Pariaman saja, mempunyai potensi air yang melimpah ruah, mulai dari Kecamatan Batang Anai, Sicicin sampai ke Sungai Geringging. Terbukti dengan ratusan aliran sungai yang melintasi daerah – daerah tersebut.

Akan tetapi, menurut salah seorang tokoh masyarakat, kenapa masih juga ada masyarakat yang belum menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari?, siapa yang salah, alam kah atau pemerintah yang saat ini mengelola air tersebut melalui perusahan daerah (PDAM) tidak professional? Sehingga tidak mampu mengakomodir potensi besar tersebut.

Menurut beberapa sumber menyebutkan, bahwa Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Padang Pariaman saja tiap tahun selalu disubsidi melalui anggaran daerah. Akan tetapi perusahaan tersebut selalu merugi, sehingga berdampak terhadap masyarakat yang tidak bisa menikmati air hasil olahan dari PDAM. Sungguh ironis, ayam mati di lumbung padi!!

Direktur PDAM Kabupaten Padang Pariaman, yang baru, Aminudin,A.Md, berdecak dan tersentak, ketika awak media jurnal.news mendatanginya. Ia tertegun dengan beberapa pertanyaan, sehingga akhirnya ia hanya berucap lirih, “Pak, kita harus mencari obat mujarab untuk PDAM Padang Pariaman ini, agar kelak tidak terdengar lagi masih ada masyarakat kita yang tidak menikmati air bersih”.

Sementara itu, dalam sebuah perbincangan lainnya, Faisal Arifin juga pernah menceritakan dari informasi yang ia pernah ketahui, bahwa diperkirakan pada tahun 2035, dunia akan mengalami krisis mineral yang bernama air. Sehingga bangsa – bangsa lain akan mencari celah bagaimana bisa menguasai sumber air yang ada di Indonesia.

“Sekarang saja sudah mulai terjadi, air dengan merek Aqua yang sering kita minum ini, sudah dikuasai oleh perusahaan asing,” ungkap Janih, panggilan akrab Faisal Arifin.

Janih juga melanjutkan, “malahan harga air kemasan tersebut lebih mahal dari pada minyak premium. Seharusnya pemerintah sudah mulai menyikapi kondisi tersebut. Terutama Pemerintahan Padang Pariaman, bagaimana mulai saat ini kita mampu mengelola sumber air dengan baik, optimal dan tepat guna. Sehingga untuk kedepannya air tersebut menjadi sumber PAD terbesar di Piaman ini”. (jurnalrudykoto)

Dibaca 602 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *