Kisruh Joni Hermanto Vs Kasat Lantas Tanah Datar Berakhir: Avani Cabut Laporannya

Kasat Lantas Polres Tanah Datar, Iptu Avani Erliansyah (Kanan), salam komando dengan Joni Hermanto.
Kasat Lantas Polres Tanah Datar, Iptu Avani Erliansyah (Kanan), salam komando dengan Joni Hermanto.

JN, Tanah Datar – Masih segar dalam ingatan, dimana seorang pengendara motor bernama Joni Hermanto yang sempat membuat heboh jagat dunia maya pada tanggal 28 Desember 2015 lalu. Ia mengunggah sebuah video perdebatannya dengan Kasat Lantas Tanah Datar, kemudian ia pun dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tanah Datar karena mempertanyakan surat perintah tugas (sprint), dalam sebuah razia di Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Joni dilaporkan oleh Kasat Lantas Polres Tanah Datar, Iptu Avani Erliansyah atas kasus dugaan melawan polisi.

 

Sementara itu, Joni Hermanto tidak terima dengan perlakuan tersebut, karena terkesan kesewenang – wenangan, kemudian membeberkan fakta razia yang sebenarnya dengan mengunggah ke media sosial facebooknya.

 

Dalam kronologi facebooknya, joni menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 24 Desember 2015, ia dihentikan oleh salah seorang polwan yang sedang melakukan razia. Joni merasa kaget karena tidak melihat plang Pemeriksaan yang seharusnya dipasang sebelum lokasi razia. Ia pun mempertanyakan legalitas razia tersebut.

 

Akhirnya kedua belah pihak mengeluarkan smart phone masing – masing dan saling rekam. Dalam video yang diunggah oleh Joni, tampak perdebatan antara ia dan Iptu Avani Erliansyah.

 

“Setelah kejadian itu, saya mencoba cooling down dengan pihak kepolisian untuk tidak mengunggah video razia tersebut ke sosial media. Akan tetapi alangkah kagetnya saya, ketika Iptu Avani, Kasat Lantas Tanah Datar, melaporkan saya dengan dugaan Tindak Pidana Tidak Menuruti/ melawan Petugas Kepolisian, pada razia tersebut, ke satuan Reskrim Polres Tanah Datar,” kata Joni.

 

Ketika Joni mengunggah video tersebut, ribuan netizen menontonnya, hingga hari ini saja (5/2) sudah mencapai 900 ribu kali tayang dan disukai serta dibagikan oleh 25.000 netizen.

 

Banyak pihak yang mengapresiasi dan bersimpati atas keberanian Joni, karena telah berani mengunggah video tersebut. Dukunganpun berdatangan, seperti; Indonesian Police Watch (IPW), Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), serta Kapolri Jend Badrodin Haiti sendiri turut angkat bicara membenarkan aksi yang dilakukan oleh Joni Hermanto.

 

Setelah permasalahan hingga laporan yang dilakukan Avani bergulir selama sebulan lebih, sejak ia unggah dan sejak Avani melapor, akhirnya tadi (5/2), kedua belah pihak bertemu, di Satlantas Polres Tanah Datar, Jl. Sutan Alam Bagagarsyah Pagaruyung Batusangkar.

 

Perbincangan yang hangat dan bersahabat pun terjadi. Avani dan Joni saling koreksi diri dan merekapun saling maaf memaafkan.

 

Dihadapan Joni Hermanto dan Jurnal.News, Iptu Avani langsung menghubungi Kasat Resrim Polres Tanah Datar, AKP Wahyudi dan meminta Kasat Reskrim untuk mencabut laporannya.

 

“Bapak Joni Hermanto saat ini sedang bersilahturahmi dengan saya diruang kerja saya, dengan adanya silahturahmi ini saya ingin mengakhiri konflik dan upaya saling menjatuhkan yang selama ini terjadi, jadi saya minta tolong Pak Wahyudi cabut semua berkas perkara laporan saya kemarin. Sudalah, saya ingin mengakhiri semua ini dan untuk kedepannya saya ingin menjalin ikatan kekeluargaan serta saling mendukung dengan Pak Joni,” pungkas Iptu Avani kepada AKP Wahyudi, melalui seluler.

 

“Dari awal saya simpatik dan care dengan Bapak, banyak sisi positif Pak Avani yang dapat saya tauladani. Dan satu lagi, saya ingin Pak Avani untuk berbagi dengan saya. Di tengah tuntutan pekerjaan yang begitu banyak Pak Avani terlihat selalu enjoy dan ceria, apasih tips-nya,” ungkap Joni, memuji Iptu Avani.

 

“Saya selalu menyerahkan segala sesuatunya itu pada Yang Diatas (Allah SWT), yang diatas sudah mengatur semua jalan hidup kita, hidup ini 1 kali, jika tidak dibuat enjoy lalu kapan lagi kita akan menikmati hidup ini,” Jawab Avani, dengan senyum.

 

Disela diskusi Joni, Jurnal.News sempat mewawancarai beberapa hal kepada Iptu Avani, diantaranya berbagai kasus tilang tak wajar yang lagi marak terjadi di Cirebon Jawa Barat diduga dilakukan sejumlah oknum polisi yang saat ini ramai dibicarakan.

 

Jurnal.News mempertanyakan apa saja antisipasi yang dilakukan Iptu Avani guna meminimalisir penyimpangan yang dilakukan oleh anggotanya. Iptu Avani pun menjelaskan, bahwa segala sesuatu selalu dimulai dari dirinya sendiri dulu untuk memberi tauladan dan contoh yang baik buat anggotanya, disamping ia memberi instruksi serta arahan yang baik.

 

“Sebelum memberi arahan-arahan saya selalu memberi contoh dan tauladan yang baik kepada anggota, disamping itu saya juga sering mengadakan bimbingan rohani dengan mengundang ustadz untuk mengasah kepekaan spiritual anggota saya,” ungkap Avani.

 

Pertemuan silahturahmi Joni dan Iptu Avani berlangsung kurang lebih satu jam dan diakhiri dengan selfie dan foto bareng. (jurnaleditor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *