free webpage hit counter

AKBP Rico Cinta Pariaman, Sikat Orgen Tunggal dan Larang Orang Rantau Bawa Uang

(Dari Kiri) Drs,Saharman Zanhar selaku Moderator Acara, Drs.MUslim Kasim,AK,MM (Ketua LKAAM Padang Pariaman), AKBP. RicoJunaldy,SIK, Dr. Suhatmansyah Is,M.Si (Ketua Umum DPP PKDP), Brigjend.Pol (Purn) Drs,H, Yusrizal Koto (Mantan Pejabat BNN), Buya Masoed Abidin (Tokoh MUI Sumbar).
(Dari Kiri) Drs,Saharman Zanhar selaku Moderator Acara, Drs.Muslim Kasim,AK,MM (Ketua LKAAM Padang Pariaman), AKBP. RicoJunaldy,SIK (Kapolresta Pariaman), Dr. Suhatmansyah Is,M.Si (Ketua Umum DPP PKDP), Brigjend.Pol (Purn) Drs,H, Yusrizal Koto (Mantan Pejabat BNN), Buya Masoed Abidin (Tokoh MUI Sumbar).

Pariaman, JN –  AKBP. RicoJunaldy,SIK, Kapolres Pariaman, sontak membuat para tokoh Piaman kaget dalam seminar yang bertemakan ‘Peran Pimpinan Informal dan Ormas Dalam Menjaga Marwah ABS – SBK’ (Adaiak Basandikan Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah. Indo; Adat Bersendikan Agama, Agama Bersendikan Kitab Allah/ Alqur-an), yang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, kemarin (21/5).

Rico, panggilan akrab AKBP. RicoJunaldy,SIK, menurut informasi yang dihimpun oleh Jurnal.News, ayahnya ternyata berasal dari Kampung Dalam dan Ibunya Padusunan itu, Rico putera Piaman asli. Dengan tegas menyerukan bahwa dirinya sangat mencintai Pariaman.

“Saya orang Pariaman dan saya sangat cinta Pariaman. Saya dulu hidup susah dirantau, harus memikul tomat untuk melanjutkan kehidupan, sangat susah. Namun, karena rezky dari Allah, akhirnya saya bisa seperti saat ini, menjadi Kapolres Pariaman. Oleh sebab itu, saya tidak ingin Pariaman diracuni oleh porno aksi dari orgen tunggal apalagi narkoba,” ungkapnya berapi – api diatas podium, disaksikan oleh para tokoh Piaman, diantaranya dihadiri oleh Brigjend.Pol (Purn) Drs,H, Yusrizal Koto (Mantan Pejabat BNN), Dr. Suhatmansyah Is,M.Si (Ketua Umum DPP PKDP),  Buya Masoed Abidin (Tokoh MUI Sumbar), Prof Musril Zahari (Ketua Yayasan Behasiswa Piaman), Drs.Muslim Kasim,AK,MM (Ketua LKAAM Padang Pariaman) dan seminar dimoderatori oleh Drs,Saharman Zanhar.

Pernyataan Rico soal orang rantau yang bawa orgen tunggal tentunya berdasarkan fakta dan data pihaknya di Polresta Pariaman.

“Saya pernah bubarkan orgen tunggal, orang rantau yang mempertahankannya. Tanya pada Walikota, kalau bahwa saya yang paling ngotot membubarkan orgen tunggal dengan tampilan yang tidak senonoh itu,” tegasnya.

Ia juga menuturkan, “Saya pernah tangkap perempuan artis orgen tunggal yang berpakaian mini. Ia positif memakai narkoba. Ketika ditanya, ternyata dia asli Pariaman dan mengaku kalau narkoba yang ia pakai itu, berasal dari orang rantau,” terangnya.

“Makanya saya berharap, orang rantau yang pulang kampung, jangan bawa uang. Karena akan buat orang diranah (baca; kampung) menjadi malas. Bawalah lapangan kerja, bawalah peluang kerja, sehingga mereka bekerja dulu baru dapat uang. Salah satu perantau yang pernah saya peringati adalah Haji Sagi, saya bilang ke dia, bahwa uda jangan bagi-bagikan duit ke kampung, lalu jalan tertutup karena sebuah acara pembagian uang tersebut dan itu buruk. Saya ingin beliau bawa lapangan kerja, bawa manfaat yang lebih baik dari pada membagikan duit,” pungkasnya.

Ia juga menceritakan, “Adik saya pernah minta duit kepada saya. Tapi saya bilang agar dia bekerja dulu, cangkul dulu sawah, baru saya kasih uang. Harus bekerja, jangan malas – malasan,” ulasnya.

Namun, dalam acara seminar itu juga, Rico mengklarifikasi, bahwa ; apa yang ia sampaikan soal orang rantau sangat berdasar. Tetapi tidak semua orang rantau yang berlaku buruk, ada juga yang berkontribusi untuk kampung halaman. Contohnya acara yang digelar oleh PKDP ini, sangat baik sekali.

“Tidak semua orang rantau itu berhasil merantau. Tidak semuanya juga yang menyesatkan. Juga ada rantau yang berbuat positif dan membangun kampung halaman. Namun saya berharap, Pariaman bisa kondusif dan terhindar dari pengaruh buruk narkoba dan porno aksi,” harapnya. (Rico AU)

Dibaca 3.314 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *