free webpage hit counter

Atlit Bridge MTsN Sawahlunto Lolos Ke Italia, Kadisdikpora: Senin Depan Saya dan Wako ke MTsN Sawahlunto

Sepriyan Yusril,S.Pd, Guru Olahraga MTsN Sawahlunto (Kanan) bersama Dimas Fikriaza dan Al Hanif
Sepriyan Yusril,S.Pd, Guru Olahraga MTsN Sawahlunto (Kanan) bersama Dimas Fikriaza dan Al Hanif.

Sawahlunto, JN – Ternyata yel – yel atau semboyan Olahraga ‘Yes’ yang dicanangkan oleh Pemerintahan Kota Sawahlunto, bukan hanya isapan jempol belaka. Selain mengunggulkan olahraga sepak bola dan olahraga yang trend lainnya, ternyata Sawahlunto juga memiliki atlit brilian di olahraga cabang bridge.

Olahraga bridge atau contract bridge adalah permainan kartu yang mengandalkan baik kemampuan bermain maupun keuntungan itu, ternyata memiliki bibit unggulnya di Sekolah Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Sawahlunto. Sebelumnya, empat murid sekolah tersebut, mengikuti seleksi permainan Bridge di Jakarta mewakili Sumatera Barat selama satu minggu, beberapa waktu yang lalu (14/3).

Hasilnya, Dimas Fikriaza dan Al Hanif, keduanya adalah murid Kelas VIII, yang merupakan pasangan dalam seleksi tersebut, berhasil lolos dan akan mewakili Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk kejuaraan tingkat dunia (Word Cup) yang berlangsung di Negara Italia, beberapa bulan depan. Keempat murid tersebut, termasuk Silva Septi Aisyia dan M.Ikhsan Alfikri, yang tidak lolos, selalu mendapat bimbingan dari guru olahraganya Sepriyan Yusril,S.Pd. Mereka berlatih dengan serius dan yakin, semangat itulah yang menjadi kekuatan mereka untuk menang.

Indra Gani,S.Pd, Kepala Sekolah MTsN Kota Sawahlunto, saat dikunjungi diruangan oleh Jurnal.News, (28/3), membenarkan kabar tersebut. Ia menyebutkan, bahwa dengan lolos seleksi saja sudah capaian yang cukup memuaskan bagi sekolahnya, apalagi akan mewakili Indonesia ke Italia.

“Saya bangga dan bersyukur dengan semangat murid – murid ini. Walaupun dengan berbagai keterbatasan, mereka tetap tidak berpantang surut meraih prestasi. Semoga lancar – lancar saja di Pelatnas dalam bulan agustus besok di Jakarta sebelum Italia,” ungkap Indra Gani kepada Jurnal.News.

Sementara itu, Ali Yusuf,S.Pt, Walikota Sawahlunto saat dikonfirmasi media ini, menyatakan apresiasi dan bangganya pula kepada MTsN Kota Sawahlunto, yang sudah ikut mengharumkan nama Kota Sawahlunto di bidang Olahraga.

Ia berharap prestasi itu bisa memicu para murid yang ada di Kota Sawahlunto, karena tidak ada yang tidak mungkin, yang penting berusaha, berjuang dan istiqomah. Salah satu cita rasa dan perjalanan kehidupan Ali Yusuf sendiri, sampai ia pun bisa menjadi Walikota dengan perjuangan dan kegigihannya itu.

Diwaktu yang berbeda, Marwan, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (DISDIKPORA) Kota Sawahlunto, menyambut hangat prestasi yang diraih oleh MTsN Sawahlunto.

“Saya bangga juga, tidak disangka. Bahkan, sekolah – sekolah yang tidak tergolong favorit yang mendapat prestasi ini. Kabarnya juga MTsN Kota Sawahlunto adalah sekolah berintegritas di UN dengan kelulusan 100%-nya,” ungkap Marwan kepada Jurnal.News, dikantornya kemarin (1/4).

“Senin depan, berkesempatan awal dimulainya Ujian Nasional (UN), saya dan Bapak Walikota Sawahlunto akan menyempatkan diri berkunjung ke MTsN Kota Sawahlunto. Kita harus berikan semangat kepada para atlit yang membanggakan itu. Agar di Italia mereka juga jadi pemenang. Bukan hanya mengharumkan nama Indonesia, tapi Sawahlunto khususnya,” tambah Marwan.

Sekadar diketahui, permainan Bridge adalah terdiri dari Empat pemain berpasangan dan duduk berhadap-hadapan. Permainan ini terdiri dari lelang diikuti oleh permainan kartu. Peraturan-peraturannya cukup ringkas dan mirip dengan permainan kartu lainnya. Lelang berakhir dengan sebuah kontrak kecuali bila kartu di tangan dilewati. Sebuah kontrak adalah pernyataan oleh salah satu partner bahwa pihak mereka akan mengambil sejumlah (atau lebih) trik. Lelang ini menentukan pihak yang menyatakan, the strain of trump dan lokasi pemimpin untuk kartu di tangan.

Turnamen bridge biasanya diatur untuk memaksimalkan penggunaan kecakapan satu tim dan meminimalkan pengaruh keberuntungan. Bridge telah dibandingkan dengan catur dalam pengertian bahwa harus digunakan akal sehat. (RAYN)

Dibaca 1.265 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *