free webpage hit counter

Brigjend Pol (Purn) Yusrizal Koto: Pencandu Narkoba, Sampah Masyarakat!

Pariaman, JN – Jenderal Bintang Satu (Purn) Polisi yang satu ini, memang tampak tidak senang dengan namanya narkoba, ia dengan tegas menyebutkan bahwa para pencandu narkoba adalah sebagai sampah masyarakat.

“Para pencandu narkoba itu adalah sampah masyarakat. Mereka memiliki daya berfikir yang kurang, tidak punya cita – cita,” ungkap Brigjend Pol (Purn) Drs,H,Yusrizal Koto, kepada para peserta seminar yang berjudul ‘Peran Pimpinan Informal dan Ormas Dalam Menjaga Marwah ABS – SBK (Adaiak Basandikan Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah. Indo; Adat Bersendikan Agama, Agama Bersendikan Kitab Allah/ Alqur-an), yang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, kemarin (21/5).

Dalam pidatonya, Yusrizal Koto menjelaskan tentang dampak besar dari bahaya narkoba. “Narkoba mampu menyengsarakan masa depan. Karena selain tidak punya cita – cita, seorang pencandu narkoba juga tidak memiliki semangat hidup yang kuat,” tegas Yusrizal Koto, yang juga pernah menjadi salah seorang Pejabat di BNN (Badan Narkotika Nasional) itu.

Memang, narkotika dan/ atau obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) adalah bahan atau zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/ psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku), serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.

Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. (Rico AU/BNN)

Dibaca 752 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *