YOGYAKARTA –Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengajak kader Muda Muhammadiyah yang tergabung dalam Kader Hijau Muhammadiyah untuk terus menyuarakan masalah ekologi. Terlebih masalah ekologi yang disebabkan oleh oligarki korporasi dari pusat hingga daerah.

“Birokrasi bisnis telah mempengaruhi oligarki lahirlah corporate tokrasi baik pusat sampai daerah bahkan sudah menjadi tulang punggungnya. Dan Nyaris tidak ada studi kelayakan yang akuntabel dalam penyusunan pembangunan,” kata Busyro dalam Pidatonya di Diskusi Publik Indonesia dalam Pusaran Bencana Ekologi, pada Jum’at (3/1).

Busyro mencontohkan banyak proyek yang berjalan tetapi tidak memperhatikan ekologi, seperti Meikarta, adanya pembangunan itu sudah terjadi korupsi di bidang tanah, belum lagi korporasi lain.

Hal yang perlu dipahami lagi adalah kata Busyro mengenai RUU Tentang Pertanahan.

“Kami sudah mengkaji bersama beberapa unsur yang bekompeten dan mengindikasikan ketika RUU ini disahkan banyak korporasi akan semakin dominan,” kata Busyro.

Untuk itulah Busyro meminta problem tanah problem agraria perlu menjadi isu dan konsen Kader Hijau Muhammadiyah.

“Saya yakin walaupun organisasi ini tidak bersifat formal tetapi informal namun keberadaanya bisa menekan adanya korporasi yang banyak merusak ekologi,” pungasnya. (rilis)