free webpage hit counter

Gawat…92.000 Orang Di Sumbar ‘Gangguan Jiwa Berat’, Pinto Janir: Itu Karena Cinta Yang Salah dan Kelebihan Duit

Padang, JN – Pinto Janir, seorang seniman sekaligus wartawan senior di Sumatera Barat, menanggapi serius ungkapan Hidayat,SS, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, baru – baru ini, usai Rapat dengan Direktur Utama RS Jiwa Saanin di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Menarik sebenarnya untuk diperhatikan, karena 4,5 juta jiwa masyarakat Sumatera Barat, 92 ribu-nya dinyatakan gila berat. Umumnya karena peselingkuhan. Begitu status sahabat kita Hidayat. Secara nasional, angka 92 ribu itu sangat tinggi. Sangat tinggi jumlah orang gila di Sumbar,” ungkap Pinto Janir.

Ekspos  dr Lily Gracediani, Direktur Utama RS Jiwa Saanin di DPRD Sumatera Barat (14/4) tersebut, menjelaskan bahwa pada tahun 2015 terdapat 92 ribu jiwa lebih masyarakat Sumbar menderita ‘gangguan jiwa berat’. Sementara dari 101 ribu lebih pasien yang berkunjung ke RS tersebut, umumnya disebabkannya karena perselingkuhannya.

Menurut beberapa ahli, bahwa perselingkuhan adalah gangguan mental, “Hal ini banyak terjadi di masyarakat, kelihatan mata, tetapi kita tidak tahu apa? Gila bola juga masuk dalam kutub Mania. Itu semua penyakit. Contoh mania lainnya yakni suka gonta-ganti pasangan, yakni seksmania (laki-laki) dan nimfomania (perempuan). Demikian juga maling dan korupsi, semuanya bentuk penyimpangan dari yang normal,” ungkap dr Hedina Suwondo, SpKJ , pada media.

Pinto Janir juga menambahkan, bahwa Dari  ketinggian angka itu, sebab umumnya adalah perselingkuhan, bukan perekonomian yang sulit. Kebanyakan, orang selingkuh karena kelebihan duit.

“Jarang, susah duit yang selingkuh. Dalam status FB itu, Hidayat menulis sinyal ; kurangi temu temu alumni. Kita tahu, di Sumbar paling semarak soal pertemuan alumni-alumni ini. Dan baru kita tahu, bahwa ternyata penyebab orang banyak menjadi gila di Sumbar adalah karena cinta yang salah, alias karena selingkuh, bukan karena miskin,” pungkas Pinto, yang juga pemiliki media Suara Nagari itu. (RIAU)

Dibaca 726 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *