free webpage hit counter

Jalan Rusak di Sawahlunto: Menunggu Korban Atau Dana Rehab?

Sawahlunto, SKR – Rusaknya beberapa ruas jalan di Kota Sawahlunto, selalu menjadi perhatian sekaligus keresahan masyarakat. Memang diakui oleh beberapa kalangan, kondisi jalan di Kota Sawahlunto, sangat rentan untuk ambruk.

Badan KesbangPol dan PBD (Penanggulan Bencana Daerah) Kota Sawahlunto, sudah menganggarkan beberapa perbaikan ruas jalan yang rentan tersebut, seperti; Simpang Kubang – Lunto, Kelok Cendol – Kayu Gadang, Cemara – Air Dingin, Simpang PU – Sawah Rasau.

Baru – baru ini, ruas jalan yang termasuk anggaran Rehabilitasi PBD Kota Sawahlunto yang digawangi oleh Arfizon,ST selaku Kabid RR (Rehab Rekon) Badang KesbangPol dan PBD Kota Sawahlunto, memang sudah tersedia dananya, sebanyak kurang lebih 6,7 Miliar, tetapi belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu uji labor dari konsultan yang melaksanakannya.

“Sampai tanggal 20 April 2016 ini kami PBD masih menunggu hasil dari uji labor CV. Dharmas Mitra Konsultan, yang memenangkan tender Perencanaan. Kalau kondisi jalan yang rusak parah saat ini terdapat dilintasan anggaran Kelok Cendol – Kayu Gadang, kondisinya juga masih menunggu,” ungkap Arfizon kepada SKR, dikantornya beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, masyarakat setempat dan pengendara, mengeluhkan jalan yang terbam dan mengancam keselamatan pengendara tersebut, karena kondisinya sudah amat sangat membahayakan.

“Jangan sampai ada korban Pak, karena terlalu lambat diperbaiki,” ungkap salah seorang masyarakat, yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Arfizon berharap kepada berbagai pihak, agar tetap bersabar menunggu hasil uji labor tersebut, sehingga ketika hasil labor sudah keluar, semuanya bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Namun untuk diketahui, penyebab rusaknya jalan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya; mutu/ kualitas jalan dengan aspal yang kurang baik, muatan yang berlebih dari kendaraan yang melintas, air yang mengalir di badan jalan yang tidak ada salurannya, perencanaan yang kurang tepat, faktor lingkungan/ tanah yang kurang baik. (Riau)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *