free webpage hit counter

Ketua DPRD Sawahlunto: Wako Harus Mau Terima Masukan

JN, Sawahlunto – Redaksi SKR berkunjung ke ruang kerja H.Emeldi,SE, Ketua DPRD Kota Sawahlunto, beberapa waktu yang lalu, tampak senyum gaek itu masih terlihat segar. Memang, akhir – akhir ini ia sedang mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik, tapi ia tetap tersenyum dalam berbagai keadaan.

Ketika ditanya soal Pra-Pemilihan Kepala Daerah yang akan digelar sekitar 2 dan/ atau 1,5 tahun lagi di Kota Sawahlunto itu, dimana beberapa tokoh disinyalir sudah mulai melakukan konsolidasi dan beberapa diantaranya terlihat seperti konsolidasi politik, Emeldi tidak menjawab banyak.

Ia mengakui, bahwa kesehatannya saat ini menjadi pertimbangan yang cukup serius, untuk bicara maju sebagai Kepala Daerah di Kota Arang itu.

“Kemungkinan itu relatif, bisa jadi bisa tidak. Tapi dari saya pribadi, saya pertimbangkan terlebih dahulu. Sekarang ini kondisi kesehatan saya kurang baik, sehingga jika sedang sakit tidak bisa mengayomi masyarakat. Akan berakibat fatal bagi masyarakat Sawahlunto,” kata Emeldi kepada Pemimpin Redaksi Koran SKR.

Namun, menyikapi pemerintahan Kota Sawahlunto saat ini, Emeldi selalu berharap kepada Ali Yusuf, agar benar – benar bisa melakukan pengayoman yang menyeluruh, serta bersedia menerima masukan dari berbagai kalangan, untuk kebaikan Kota Sawahlunto.

“Saya sarankan kepada beliau (Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto_red), agar bisa mendengarkan pendapat orang lain. Mau menerima semua masukan dari semua kalangan. Misalnya kebersihan kota, memikirkan bagaimana kota ini menjadi bersih. Mendengarkan masukan dari tenaga kebersihan kota, dari pegawai lain juga. Tidak tertutup kemungkinan dari kalangan eksternal yang bersifat control sosial, seperti media, lsm, ormas dan lain sebagainya. Artinya bisa dan mau menerima masukan dari berbagai kelangan,” pungkas Pak Haji, panggilan akrab Emeldi.

Emeldi juga menuturkan, bahwa Walikota harus benar – benar terbuka dan mengurangi intervensi, sehingga para pegawai atau pemimpin SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), bisa ikut memberikan masukan kepadanya.

“Misalnya juga, Walikota seharusnya mau menerima masukan dari SKPD yang membidangi kesehatan, atau bisa menanyakan pada masayarakat tentang pelayanan RSUD Sawahlunto agar rumah sakit bisa berfungsi dengan baik lagi. Intinya, banyak yang bisa dilakukan, jika Walikota benar – benar terbuka dan sedikit mengurangi intervensi dan ketertutupan diri,” harap Emeldi, mengakhiri.

(Rico Adi Utama)

 

 

 

 

Dibaca 738 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *