free webpage hit counter

Kisah Pembuat Aplikasi Kakatu, Pecandu Game yang Insyaf

JN, Jakarta  – Apa jadinya ketika seorang pecandu berat game akhirnya insyaf dengan perilakunya tersebut. Bukan sekadar insyaf, tetapi dia membuat sesuatu yang cukup berguna mencegah anak-anak bernasib sama dengan dirinya. Inilah kisah Muhmad Nur Awaludin alias Mumu.

Mumu baru-baru ini membuat sebuah aplikasi pengendali game di ponsel yang dipakai untuk bermain game oleh anak-anak. Ia merancang aplikasi ini bersama tujuh kawannya untuk melawan kecanduan game pada anak.

Kisahnya bermula ketika sejak kelas 5 sekolah dasar hingga perguruan tinggi, Mumu sudah kecanduan berat dengan game online. Dengan game online yang membuatnya ketagihan ini, dia merasa dirinya hebat di dunia maya ketika di kehidupan nyata. Di dunia nyata dia sering mendapat perlakuan buruk, sering di-bully oleh teman-temannya. “Waktu kecil saya dibilang kecil, hitam, lemah, tidak bisa apa-apa oleh teman,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 14 Januari 2016.

Di dunia game, dia merasa menemukan dunianya. Dia bisa menjadi jagoan dan penyelamat banyak orang, dan dihargai serta diperhatikan orang lain. Semua yang tak diperolehnya di dunia nyata, dia mendapatkannya di dunia maya melalui beragam game. Dia bermain game tak hanya di rumah tapi juga di tempat penyewaan. “Saya bisa main game non-stop 36 jam, hidup sudah amburadul,” ujarnya.

Beruntung dia bisa menamatkan sekolahnya di SMA tanpa masalah. Tapi selepas SMA, kecanduannya bermain game semakin tinggi hingga menganggur selama dua tahun. Perilakunya pun berubah negatif. “Jadi sering berbohong juga, mencuri, kecanduan pornografi, dan komunikasi dengan orang tua serta keluarga jadi tidak baik,” ujarnya.

Akhirnya dia pun memutuskan untuk kuliah di jurusan Teknik Informasi di Universitas Ilmu Komputer Bandung. Pada semester III, ibunya meninggal dunia. Dia berhasil lulus. Sayang, ayahnya tak sempat melihat keberhasilan putranya. Sang ayah meninggal dunia menjelang hari wisuda. Peristiwa itu membuatnya berhenti menjadi maniak atau pecandu berat game. Hingga akhirnya dia bersama tujuh rekan timnya, membuat aplikasi Kakatu. Tujuannya mencegah anak-anak tak mengalami pengalaman buruk kecanduan game seperti dirinya. “Sebagai balas budi dan bakti ke orang tua, itu yang bikin Kakatu berdiri,” ujarnya.

Kakatu dirancang sebagai pengendali orang tua pada telepon seluler berbasis Android yang dipakai anak untuk bermain game atau aplikasi. Pengguna bisa mengunduhnya secara gratis dan membatasi akses game atau aplikasi, serta durasi anak bermain gawai. Ada belasan hingga puluhan ribu game serta aplikasi yang direkomendasikan atau tidak pada salah satu fiturnya. Kakatu yang dokumennya masih sebesar 10 megabyte lebih terus dikembangkan agar semakin hemat baterai. (Tempo/Int)

Dibaca 812 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dog