free webpage hit counter

Membuka Berkas: Pinto Janir Sang ‘Raja’ Penyair dan Sufistik

RAJA Penyair Pinto Janir pernah ditantang oleh para penyair muda Sumatera Barat yang tergabung dalam Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dalam ajang tarung berlabel Konser Puisi Akulah Sang Raja. Diiringi musik tradisi dari sanggar seni dan budaya Indojati serta Sanggar Dendang 15. Konser  tersebut berlangsung di penghujung tahun 2013 lalu, tepatnya pada tanggal 31 Desember.

Konser puisi yang diselenggarakan di Taman Budaya Padang itu mendapat sambutan hangat dari para pecinta sastra puisi, karena sejak Pinto Janir sang seniman unik ini memaklumatkan dirinya sebagai Raja Penyair, hingga berbagai polemik di atas pentas dunia sastra puisi menguap.

“Seperti apa benar sang raja ini menyair? Saya penasaran ingin menyaksikan bahkan tergerak untuk sepentas dengan Pinto,” kata Penyair Nasional si Malin Kondang Syarifuddin Arifin, namun setelah ia menyaksikan, yang ada hanya mimik takjub dan heran yang bersangatan.

Menurut Promotor kegiatan (Ketua Panitia Pelaksana) Denni Meilizon waktu itu, duel baca puisi penutup aksi seni di tahun 2013 itu, sejumlah penyair penantang telah melakukan berbagai persiapan dengan membawa puisi masing-masing sebagai senjata “penikam” sang Raja di atas panggung.

Denni sang penyair Rembang Dendang ini menyebutkan sejumlah nama, Syarifuddin Arifin. Denni Meilizon,Muhammad Fadhli ,Refdinal Muzan, Nuh Rafi, Hasan Asyar’i , Irwan Hasan Arif Hidayatullah, Desri Erniza dan Befaldo Angga.

Ternyata Konser puisi ini makin menarik manakala Ketua Komisi Kejaksaan Indonesia H Halius Hosen yang dikenal sebagai tokoh pecinta seni dan budaya juga menyatakan kesanggupan untuk “berduel” di atas pentas Konser Puisi Akulah Sang Raja.

Apalagi, Halius telah menyiapkan puisi “berdarah-darah” dalam judul Merah Putih Indonesiaku. Konser Puisi yang mendapat banyak dukungan moril dari penyair nasional Taufik Ismail, Papa Rusli Marzuki Saria dan Leon Agusta ini akan makin berwarna ketika dibuka yang pada itu Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim dalam suatu orasi budaya nan indah itu.

“Puisi membentuk karakter. Puisi mainan orang cerdas. Berpuisilah, maka akan terbuka beberapa ruang kreatif dalam akal, hati dan pikiran kita!,”  ungkap Muslim Kasim, waktu itu selaku Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Konser Puisi Akulah Sang Raja, selain didukung oleh sanggar musik tradisi Indojati, juga didukung oleh Komunitas Seni Nan Tumpah. “ Harapan saya, puisi menjadi milik semua. Puisi dicintai banyak orang. Dan saya berharap’” pungkas Denni yang juga ketua Forum Aktif Menulis (FAM) Sumbar Indonesia.

Sumber : http://www.kompasiana.com/ricoadiutama

Dibaca 543 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *