free webpage hit counter

Munculnya Sosok Soekarno, Panglima Besar PETA : Negara Sedang Semberayut, Saatnya Revolusi!

Jakarta, JN – Soekarno adalah sosok revolusioner, sosok yang orasinya mampu menghentakkan semangat Indonesia, ia tidak pernah ingin bernegosiasi dengan pihak – pihak manapun, yang hanya ingin menggerogoti bangsa Indonesia, kekayaan alamnya. Terbukti, sikap itu pernah dinyatakan oleh Soekarno, dengan konsep nasionalisasi Asset Indonesia.

Dalam pemikiran Soekarno, untuk merebut kembali kekayaan alam Indonesia hanya diperlukan satu jalan, yakni Revolusi. Revolusi akan terwujud, tanpa kapitalisme dan imprealisme. Kemerdekaan akan diperoleh, ketika rakyat benar – benar merasakan nikmatnya kekayaan alam ini.

Maka, tidak salah ketika Soekarno pernah menyampaikan dalam sidang Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), menyebutkan bahwa kemerdekaan hanyalah “jembatan emas”.

Saat ini, jiwa dan ajaran Soekarno soal pancasila masih hidup, masih kuat dan kekar. Tersentak, ketika Redaksi Jurnal.News, mewawancarai langsung Panglima Besar Ormas PETA (Pembela Tanah Air) kemarin, (1/6) di Balai Kartini, Jakarta. Dalam jiwa Muh. Saleh, Sang Panglima, tampak terbakar dengan semangat Pancasila, semangat perjuangan, semangat yang disertai kesederhanaan, sosok yang sederhana namun kuat.

Mayor (Purn) Muh. Saleh,KR,Sila, sang Panglima Besar PETA, menyebutkan, “PETA adalah Pembela Tanah Air, Ia dilahirkan kembali mengingat permasalahan bangsa ini sudah semakin semberayut, sejak di amandemennya Undang – Undang Dasar 1945. Kondisi Ini semakin diperparah, dimana kapiltalis komunis dan kapitalis liberal merampok kekayaan negara ini,” pungkasnya berapi – api.

“Sedangkan, sebagian rakyat sudah mulai oportunis. Tentara dan polisi sudah mulai digoyang. Maka kami dari rakyat dan pemuda dan dari berbagai organisasi, hanya ada satu kata; REVOLUSI….Revolusi total bangsa ini,” teriaknya.

“Kekayaan alam harus dikelola oleh bangsa sendiri, bukan cina bukan amerika, dan antek – antek pribumi yang yang menjual kekayaan alam ini. Inilah kenapa Pembela Tanah Air bangkit dari berbagai elemen dari berbagai suku bangsa. Dalam waktu 5 bulan kami sudah berkibar di 24 provinsi di Indonesia,” ujarnya.

“Siapa pun yang mengatakan kekayaan alam dikelola bangsa sendiri, dialah PEMBELA TANAH AIR. Baik itu Tentara, Polisi, PNS, Swasta, seluruh elemen bangsa. Merekalah Pembela Tanah Air,” katanya.

“Saya Panglima Besar PETA, diangkat secara defacto, legalitas kami adalah Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, bukan akte notaris. Kami punya pancasila dan undang – undang dasar 1945. Sampaikan kabar ini ke seantero negeri,” tegas Muh.Saleh. (Rico AU)

Dibaca 5.869 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dog