Pemerintah Kota Pariaman Lakukan Mutasi Besar-besaran

Mutasi Besar-besaran Kota Pariaman
Mutasi Besar-besaran Kota Pariaman

JN,Pariaman – Bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Mukhlis Rahman selaku Walikota Pariaman melantik pejabat dengan jabatan pimpinan tinggi Pratama (Eselon II), jabatan Administrator (Eselon III), Camat (Eselon III), jabatan Pengawas (Eselon IV), jabatan Pelaksana (Eselon V), dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, pada Rabu (24/2).

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 112 ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemko Pariaman dimutasikan. Bagi pejabat Eselon II terdapat sepuluh orang yang dilantik, diantaranya sebagai berikut:

  1. Yota Balad menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kota Pariaman menggantikan Agusriatman. Sebelumnya menjabat sebagai Kasat Pol PP;
  2. Agusriatman menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman;
  3. Irmadawani menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Pariaman;
  4. Bakhtiar menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman;
  5. Definal menjabat sebagai Kepala BP2KP (Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan) Kota Pariaman;
  6. Dasril menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman;
  7. Elfis Candra menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Pariaman. Sebelumnya menjabat sebagai Camat Pariaman Timur;
  8. Alfian Harun menjabat sebagai Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pariaman;
  9. Yakirman menjabat sebagai Sekretaris BKD Kota Pariaman.

Sedangkan untuk jabatan camat Kota Pariaman terdapat tiga kecamatan dengan pimpinan baru, yaitu terdiri dari:

  1. Camat Pariaman Timur dijabat oleh Hendri menggantikan Elfis Candra. Sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas Pemko Pariaman;
  2. Camat Pariaman Tengah dijabat oleh Adi Junaidi menggantikan Alfian Harun;
  3. Camat Pariaman Utara dijabat oleh Afwandi menggantikan Yakirman.

 

Mukhlis menuturkan, “Jabatan merupakan amanah yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Tidak sedikit orang yang menyandang jabatan namun gagal dalam melaksanakan tanggung jawab yang mereka terima, sehingga tidak ada keberkahan yang mereka peroleh.”

Disamping itu, selaku kepala daerah dia menyadari bahwa tidak semua orang menaruh respect dan bersikap responsif terhadap berbagai upaya dan kemajuan dilakukan. “Sejak awal memimpin kota ini kami telah menanamkan prinsip untuk siap tidak populer. Biarlah nanti waktu yang menjawabnya, siapa pemimpin yang betul-betul bekerja untuk masyarakatnya dan siapa pula pemimpin yang hanya bekerja untuk mencari kesenangan dirinya semata,” tambah Walikota.

Beliau juga menyerukan “Tanamkanlah semangat pengabdian dan kinerja dalam diri saudara karena pencapaian kinerja bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberikan amanah, adalah mutlak diperlukan,” pungkasnya.
(JurnalIndra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *