free webpage hit counter

Penjualan Obat via Online Butuh Perhatian Khusus

 (BPOM) RI diminta mengawasi penjualan obat dan makanan via online
(BPOM) RI diminta mengawasi penjualan obat dan makanan via online

JN, Jakarta – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI diminta mengawasi penjualan obat dan makanan via online dengan komprehensif. Maraknya penjualan obat online ini perlu mendapat perhatian khusus termasuk dari segala kalangan. Sebagaiman kita ketahui pernyataan dari WHO 50% obat yang dipasarkan secara online diragukan keasliannya.

Hal tersebut disampaikan oleh John Kennedy Azis, selaku anggota komisi IX DPR saat rapat dengar pendapat dengan BPOM di gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta pada Senin (22/2).

“Seharusnya BPOM lebih pro-aktif, misalnya apabila menemukan obat KW yang dapat membahayakan masyarakat, harus segera melapor ke polisi. BPOM juga harus memanfaatkan banyaknya penyidik sipil yang dimiliki hampir 500 orang lebih. Karena kewenangan penyidik sipil BPOM sama dengan penyidik polisi dan kejaksaan,” pungkas politisi Golkar tersebut.

“BPOM perlu meningkatkan kemampuan penyidikan, karena kewenangannya sudah tinggi hal ini harus dimanfaatkan. Kewenangan menuntut memang tidak diperbolehkan sebagaimana polisi, maka dari itu dilakukan kerja sama dengan jaksa, kemudian hasil penyidikan BPOM bisa dilimpahkan  ke kejaksaan dan pengadilan menindaklanjuti,” tambahnya.

Azis menegaskan, bukan hanya peredaran obat online yang harus menjadi perhatian BPOM, beredarnya obat di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, juga mesti menjadi perhatian. Apalagi harga yang terbilang jauh lebih murah dibandingkan yang terdapat di apotek, hal ini pasti menjadi tempat yang dituju masyarakat.

“BPOM harus segera menyelidiki kualitas obat disana. Jika obatnya benar memang membantu masyarakat tetapi kalau obat palsu, membahayakan masyarakat,” tandas politisi Dapil Sumbar ini dengan tegas, harus ada hukuman yang dapat membuat para pelaku ini jera. Bahkan bila perlu pasar obat tersebut ditutup. BPOM harus terus mengawasi karena masalah obat tidak bisa main-main. (PWRI/FerryMarinus)

 

Dibaca 489 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dog