free webpage hit counter

Pimpinan Unit BRI Sungai Geringging Ancam Nasabah dan Terkesan Arogan!

PdgPariaman, JN – Salah seorang masyarakat Sungai Geringging menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang Pimpinan Unit Bank BRI di Sungai Geringging, sontak hal ini mengakibat reaksi berbagai pihak. Nasrul, yang akrab dipanggil Buyung, selaku nasabah pada Bank itu tidak terima diperlakukan sewenang – wenang oleh pihak Bank tersebut, yang terkesan sangat arogan dan melukai hati keluarga mereka.

Buyung mengakui, bahwa ia memang memiliki kredit di Bank BRI Unit Sungai Geringging. Namun, dikarenakan usahanya yang lesu dan tidak begitu menguntungkan, membuat Buyung harus banting stir dan ingin merubah nasib keluar kota, alias merantau.

Tidak disangka, kejadian yang memiriskan hati terjadi sepeninggal dirinya ke rantau. Sebanyak 4 unit sepedah motor miliknya disita oleh Bank BRI Unit Sungai Geringging.

“Kredit saya memang macet Pak, hal tersebut disebabkan usaha saya yang kurang bagus di kampung halaman. Akhirnya saya memutuskan untuk merantau. Alhamdulillah, tidak berapa lama saya merantau, akhirnya ekonomi saya mulai membaik,” papar Buyung, kepada Jurnal.News, kemarin (28/11).

“Dikarenakan kondisi ekonomi saya mulai membaik, akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung sekaligus untuk melunasi kredit saya di Bank BRI Unit Sungai Geringging,” imbuhnya.

Tapi alangkah terkejutnya Buyung, sesampai ia dikampung halaman, ia mendapat kabar dari sang Istri bahwa 4 (empat) unit sepedah motornya sudah disita oleh pihak Bank BRI.

“Katanya motor saya sudah dilelang, sebanyak 4 unit tersebut menurut Bank BRI hanya terjual Rp. 11 juta saja. Pemberitahuan sita lelang tersebut-pun tanpa konfirmasi kepada saya selaku nasabah,” pungkasnya.

Anehnya lagi, selain motornya dilelang oleh Bank BRI, rekening istri Buyung di blokir oleh pihak Bank BRI. Lebih kurang Rp. 18 juta, uang dari rekening istrinya sudah ditarik sepihak oleh Bank BRI dan tersisa Rp. 14 juta.

“Selain uang yang ada direkening istri saya yang ditarik Rp. 18 juta, rekeningnya pun di blokir oleh pihak BRI. Ada apa sebenarnya ini? Atas nama saya yang berhutang, kok rekening istri saya diperlakukan seperti itu?,” tukas Buyung.

“Menurut pengakuan istri saya, pihak Bank BRI tersebut sering mengancam dirinya. Malah ia pun sempat mengancam akan membawa polisi, kalau hutang suaminya tidak dibayarkan,” beber Buyung, geram, yang juga diikuti emosi yang memuncak sebagian masyarakat Pasar Sungai Geringging yang mendengar kabar tersebut.

Tidak berapa lama kejadian, redaksi Jurnal.News mendatangi pihak Bank BRI Unit Sungai Geringging tersebut, hendak meminta klarifikasi. Baru saja berkomunikasi, Vifner Simamartha, Pimpinan Bank BRI Unit Sungai Geringging, sudah mulai memperlihatkan sikap arogansinya kepada wartawan.

“Apa urusan media untuk menanyakan perseolaan pihak Bank dengan nasabah. Tidak ada urusan dengan media dan media tidak kebal hukum,” ucap Vifner dengan ketus sekaligus dengan wajah yang memerah.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jurnal.News dan Majalah Transaksi, berusaha menghubungi Vifner, hingga 10 kali panggilan dan tidak tersambung.

Menindaklanjuti sikap Vifner yang terkesan arogan dan semena – mena, Redaksi Jurnal.News dan juga Transaksi Magazine (Majalah Khusus Bisnis dan Perbankan), selanjutnya akan mengkonfirmasi pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat, sekaligus akan mempertanyakan hal tersebut kepada pihak Bank BRI Wilayah Sumatera Barat. (RK/Red/Tim)

Dibaca 895 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dog