free webpage hit counter

Prancis Mulai Bersihkan Kamp Pengungsi Krisis Timur Tengah

Bentrokan meletus antara polisi anti huru hara Perancis dengan pengungsi dan migran asal Timur Tengah
Bentrokan meletus antara polisi anti huru hara Perancis dengan pengungsi dan migran asal Timur Tengah

JN, Perancis – Bentrokan meletus antara polisi anti huru hara Perancis dengan pengungsi dan migran asal Timur Tengah. Otoritas Pemerintah Perancis mulai menghancurkan tempat penampungan sementara di kamp darurat, tepi Calais yang dikenal sebagai “Jungle”. Kepolisian Nasional Perancis melemparkan tabung gas air mata pada penduduk kamp yang memprotes aksi pemindahan mereka, Selasa (1/3).

Sebelumnya para pengungsi yang mayoritas berasal dari Suriah, memprotes kebijakan Otoritas Pemerintah Perancis. Sekitar 150 penduduk pengungsi asal Suriah melakukan aksi lempar batu kepada penduduk Perancis yang ada di sekitar lokasi, dan merusak mobil-mobil yang melintasi kawasan tepi Calais. Sebelumnya, sekitar 20 gubuk darurat habis terbakar dalam sebuah perselisihan antar pengungsi, karena perbedaan agama.

Al Jazeera melaporkan ,tidak ada korban jiwa dan luka-luka atas aksi protes yang dilakukan oleh para pengungsi timur tengah tersebut. Tetapi 6 orang dari Kepolisian Nasional Perancis ,mengalami luka akibat lemparan batu dari para pengungsi. Kepolisian Nasional Perancis berhasil menghalau aksi brutal para pengungsi , dan memadamkan kebakaran api di kamp pengungsi.

Aksi pembakaran tenda-tenda kembali terulang, setelah Otoritas Pemerintah Perancis akan memindahkan kamp pengungsi Timur Tengah. Aksi brutal tersebut hampir membunuh 2 orang anak-anak dan 1 bayi yang ada di tengah kebakaran, tetapi Kepolisian Nasional Perancis berhasil menyelamatkannya.

“Anda dapat melihat para pengunjuk rasa tidak ragu-ragu untuk membakar tenda dan tempat penampungan mereka ,bahkan melempar batu ke arah polisi,” kata Etienne Desplanques, pejabat otoritas pemerintah daerah.

“Ini tidak bisa diterima, dan kita akan memulihkan keamanan daerah, mereka telah merusak segalanya,” lanjut Etienne Desplanques.

Selain aksi pembakaran dan pelemparan batu, para pengungsi melakukan penjarahan terhadap 2 truk , penghadangan 1 bus, dan pengrusakan 3 mobil warga Perancis. Otoritas Pemerintah Perancis tidak akan memberi jaminan tempat tinggal, bila situasi makin tidak bisa dikendalikan ,dan akan mengusir mereka keluar dari otonomi Perancis.

[PWRI/Christian/ Ray]

 

Dibaca 519 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *