free webpage hit counter

Presiden Jokowi: Badan Otorita dan Pembangunan Infrastruktur Untuk Destinasi Wisata Danau Toba

image1-30zjcqk0iesspvcx2Bersatu Untuk Danau Toba, akhirnya dibentuklah suatu badan otorita untuk kawasan wisata Danau Toba.mmebu
Bersatu Untuk Danau Toba, akhirnya dibentuklah suatu badan otorita untuk kawasan wisata Danau Toba.

JN, Sumatera Utara – Setelah melalui beberapa rapat yang membahas pengembangan destinasi wisata Danau Toba, kemarin, Selasa (1/3), telah diadakan rapat final di Hotel Niagara, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dari rapat yang bertemakan ‘Bersatu Untuk Danau Toba’, akhirnya dibentuklah suatu badan otorita untuk kawasan wisata Danau Toba.

“Karena ini menyangkut 7 kabupaten, kalau ngak bersatu ya ngak ada kata sepakat, memang pemerintah pusat akan mengalami kesulitan. Tapi karena sudah bersatu, dan sudah tanda tangan semuanya, maka akan segera dilakukan,” terang Presiden Jokowi dalam keterangan pers usai ratas.

Menurut Presiden, dengan adanya Badan Otorita ini, semua yang terkait dengan izin dalam lingkup kawasan wisata, sudah ditentukan kira-kira sebanyak 500 hektar, akan menjadi kewenangan Badan Otorita. Sedangkan yang lainnya, tetap kewenangan bupati dan pemerintah daerah.

Langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam pengembangan kawasan wisata Danau Toba antara lain dengan memperluas Bandara Silangit yang merupakan bandara terdekat dari kawasan Danau Toba. Runway-nya akan diperpanjang, dan terminalnya juga akan diperluas.

Presiden berharap, dengan infrastruktur perhubungan ini, wisatawan yang datang akan meningkat pada tahun depan, berikutnya akan lebih banyak lagi, kemudian tahun berikutnya juga akan tambah terus.

“Dan tentu saja kita akan membangun hotel di beberapa kawasan dengan fasilitas yang lebih baik, dan dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri lebih banyak lagi,” harap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, akses jalan dari Simalungun ke Danau Toba sekarang sudah lebih baik dibanding 1,5 tahun yang lalu.

“Yang belum di Pulau Samosir, Muara, Simalungun, termasuk juga rencana tol dari Tebing Tinggi-Parapat,” kata Kepala Negara.

Presiden Jokowi juga tidak lupa membahas masalah perusahaan-perusahaan yang dianggap telah merusak ekosistem di sekitar Danau Toba. Para bupati diharapkan agar melakukan pendekatan kepada pengusaha-pengusaha tersebut, baik yang berkaitan dengan keramba maupun lingkungan hidup.

Dalam Ratas ini, semua bupati yang terkait dengan kawasan Danau Toba menyampaikan pendapatnya dan telah dicatat oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.(PWRI/SLN/MHD)

 

Dibaca 516 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *