free webpage hit counter

Tindak Tegas Acara Hiburan Orgen Tunggal Mesum dan Pesta Miras

foto edit
Ilustrasi

JN, Padang – Miris rasanya melihat kondisi amoral berkembang di Sumatera Barat. Sejak munculnya orgen tunggal sebagai penganti band pada acara musik hiburan rakyat yang memainkan berbagai jenis musik seperti; pop, dangdut, rock dan musik “triping” dengan lebih hidup dan semarak.

Namun disayangkan, orgen tunggal yang banyak tampil pada acara ‘baralek’ (pesta perkawinan) dan acara hiburan pemuda tampil tak ber-etika di negeri yang memiliki falsafah : “adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah“. Orgen tunggal ini menjadi ajang mabuk-mabukkan dan melakukan joget mesum secara terbuka.

Bukan pemandangan yang aneh lagi, secara terbuka para artis orgen tunggal tampil dengan pakaian minim dan berjoget erotis di pentas tanpa risih dipandang orang banyak dari berbagai kalangan dan umur. Tidak hanya berpakaian minim saja, para artis orgen tunggal berjoget dengan pemuda-pemuda diiringi musik dangdut/triping mendekapkan badan saling berhadapan menggoyang-goyangkan pinggulnya.

Ada juga tingkah pemuda-pemuda tersebut memberi ‘saweran’ kepada artis. Dari bir sampai minuman beralkohol tinggi bertaburan di meja dan menjadi pemandangan lazim pada acara tersebut. Sudah menjadi tradisi, si tuan rumah menyuguhkan bir buat tamu yang hadir pada malam pesta perkawinan tersebut.

Di daerah  Pariaman  acara ini di gelar setelah selesai ‘maloncek’ (masyarakat menyumbang biaya pesta alek) yang dimulai dari jam 21.00 sampai 3.30 pagi. Sungguh miris….!!! Adegan pornoaksi dan seronok begitu bebasnya dilakukan di depan umum di negeri yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya. Kacaunya lagi, acara yang meresahkan masyarakat yang merupakan tindak pidana asusila ini, tidak ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, seperti dibiarkannya saja.

Selama ini pihak pemerintah daerah setempat seperti lepas tangan dan berdalih bahwa itu adalah urusan ninik-mamak, alim ulama dan tokoh masyarakat setempat. Pihak polisi pun seperti tutup mata dan menganggap tidak ada hukum yang dilanggar. “Kita harus membulatkan tekad untuk : Pertama, Mendesak Pemerintah Daerah setempat dan Gubernur Sumatera Barat dengan kepolisian menindak tegas pornoaksi/tarian mesum pada acara orgen tunggal yang berkembang di tengah masyarakat. Kedua, mendesak pihak kepolisian menindak tegas dan menyeret secara hukum pidana atas pesta minuman keras/beralkohol dilakukan para pengunjung pada acara hiburan yang terbuka di tengah masyarakat. Ketiga, stop pola pembodohan dilakukan oleh Pemerintah Daerah kepada masyarakat dan lepas tanggungjawab atas permasalahan sosial terjadi di tengah masyarakat. Demikian Petisi ini kami tandatangani bersama agar menjadi perhatian kita semua dan pemerintah pusat atas lemahnya kinerja para pejabat daerah di Sumatera Barat mengemban tugas dan tanggungjawabnya,” pungkas Indra sebagai Ketua Umum HMI Komisariat UNES Padang. (JurnalRyan)

Dibaca 802 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *