Pekalongan – Dalam Rangka Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Dalam Mewujudkan Desa Bersih Dari Narkoba Unit Reserse Narkoba Polres Lampung Timur bekerjasama Dengan Pemerintah Desa Pekalongan Gelar sosialisasi Lampung Bersinar Bertempat Di Balaidesa Pekalongan Kecamatan Pekalongan Kabupaten lampung Timur Pada Rabu (18/12/2019).

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Pekalongan,Pamong desa,PD Pekalongan,Kadus,Polsek Pekalongan,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat Serta Tokoh Pemuda Desa Pekalongan.

Kegiatan ini diikuti oleh tidak kurang dari 30 peserta yang masing masing terdiri atas tokoh masyarakat desa Pekalongan,perangkat desa,perwakilan dari kaum perempuan,karang taruna serta tokoh pemuda desa Pekalongan.

Diawal acara kegiatan dibuka oleh kades Pekalongan, Samsumar  dan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jenis jenis narkoba,peta penyebaran narkoba,modus operandi atau cara cara yang digunakan untuk pendistribusian narkoba serta apa bahaya narkoba bagi kesehatan jasmani maupun rohani oleh BNN RI, Rudy.

“Adapun narkoba itu terbagi menjadi 3 jenis yaitu Narkotika,Psikotropika dan bahan Adiktif, Jenis jenis Narkotika seperti heroin,Ganja,Ekstacy,dan shabu, jenis Psikotropika seperti sedatin(pil BK),rohypnol,Magadon,Valium,Mandrax dan lain lain seperti dalam modul yang saudara saudara miliki yang sudah dibagikan,sedang untuk jenis zat adiktif antara lain seperti Nikotin.Kafein,Spirtus,Miras,inhalans dan lem Aibon,sasaran penyebaran narkoba telah menjangkau lingkungan pendidikan,lingkungan kerja serta lingkungan pemukiman.adapun dampak yang diakibatkan oleh narkoba antara lain dampak psikis,dampak sosial serta dampak fisik” Ujarnya.

“Polres Lampung Timur Bripka Indra, selaku SAT Reserse Narkoba Polres lampung timur mengatakan bahwa dalam rangka upaya penanggulangan narkoba polres lampung timur melakukan beberapa tindakan.

“Hal hal yang polres lampung timur lakukan dalam upaya penanggulangan narkoba antara lain tindakan Pre emtif/pembinaan seperti binluh Narkoba, sosialisasi, seminar/ workshop/ lokakarya serta pemberdayan potensi masyarakat, tindakan Preventif/pencegahan seperti pelaksanaan razia narkobaterhadap daerah daerah rawan narkoba serta tempat tempat yang diprediksi sebagai kantong kantong prodiksi dan penyalahgunan narkoba seperti tempat hiburan,hotel dan lain lain, tindakan Represif/penegakan hukum sebagai upaya pemberian efek jera dan yang terakhir adalah tindakan koordinasi/kerjasama seperti kerjasama dengan BNN,dinas pendidikan,dinas kesehatan dan lain lain,kerjasama dengan provider,kerjasama dengan instansi/stake holder,dengan badan POM,kerjasama dengan TNI,Lapas/Rutan,dan lain lain”

SAT Reserse Narkoba polres Lamtim dan BNN RI Berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para peserta,tentang bagaimana cara mengenali narkoba serta pencegahan narkoba dilingkungan tempat tinggal  mereka masing masing.

Berdasarkan data dari UNODC (United Nations Office On Drugs and Crime) tahun 2018 indonesia masuk dalam segitiga emas perdagangan metafetamin/shabu,data dari BNN serta Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia(LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar/mahasiswa di indonesia pernah mengkonsumsi narkoba,angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut .(Adv/Kominfo)