METRO – Rektor IAIN Metro, Prof.Dr. Enizar, M.Ag melepas empat mahasiswa terpilih untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Didampingi Kepala Biro AUAK, Drs. Zahdi, MHI, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Zainal Abidin, M.Ag dan Kepala Pusat Pengabdian, Dr. Zuhairi, M.Pd , Rektor secara simbolik resmi melepas peserta dengan pemakaian Jaket serta Topi KKN 3T. Pelepasan dilakukan di ruang Munawir Sadjzali IAIN Metro (02/01).

Kuliah Kerja Nyata Nusantara di daerah 3T ini merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tentang Kolaborasi pengembangan model Perguruan Tinggi membangun Desa melalui Program pengabdian Masyarakat yang ditandatangani tanggal 7 Agustus 2019 lalu.

Dr. Zainal Abidin, M.Ag melaporkan bahwa Muhammad Teguh Habibullah (Ekonomi Syariah ’17), Siti Alfiyah (Komunikasi penyiaran Islam ’17), Asep Yudianto (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ’16) dan Atin Risnawati (Pendidikan Islam Anak Usia Dini ’16) menjadi peserta beruntung tahun ini. Rencananya, Muhammad Teguh dan Siti Alfiyah akan ditempatkan di Ambon, sedangkan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang akan ditempati oleh Asep dan Atin. Mereka akan menjalani kehidupan KKN selama satu bulan bersama Mahasiswa UIN dan IAIN Se- Indonesia. Peserta KKN Kupang akan menjalani KKN dimulai 7 Januari hingga 11 Februari mendatang, sedangkan KKN Ambon akan dimulai 11 Januari hingga 11 Februari.

Rektor IAIN Metro mengimbau kepada seluruh peserta untuk terlebih dahulu menganalisis terkait bagaimana budaya, agama dan lingkungan sosial yang akan menjadi tempat KKN. Kesiapan Mental dan Fisik juga menjadi kebutuhan utama untuk menjalani KKN ini. Berbagai informasi terkait tempat KKN telah tersebar luas di dunia digital, mahasiswa tinggal memahami dan belajar membangun tim yang solid Bersama dengan mahasiswa lain di luar IAIN Metro. ”Kegiatannya ter, persiapannya harus ter, segalanya harus ter (red: Paripurna), IAIN Metro harus banyak menciptakan Ide-ide kreatif yang nantinya bisa dijalankan bersama dengan timnya masing-masing dan bermanfaat bagi tempat KKN-nya” Ujarnya.

Rektor berpesan agar peserta KKN dapat tetap menjaga pergaulan secara Islami serta menjunjung tinggi nama baik keluarga dan Lembaga IAIN Metro. Pasca memberikan arahan dan memotivasi peserta KKN, Rektor kemudian melepas secara resmi peserta untuk pergi mengembangkan dirinya di tengah-tengah masyarakat Indonesia Timur. (Red/Humas IAIN Metro)