Natar – GP Ansor Natar, Lampung Selatan (Lamsel) menggelar pendidikan, pelatihan dasar (Diklatsar). Acara dihelat selama empat hari di Pondok Pesantren Ismailiyyun Desa Sukadamai (Desa Petarung) Kecamatan Natar, Lamsel, (27/12).

Dari sejumlah peserta, dua diantaranya ternyata penyandang disabilitas. Yayan dan Sapriadi, yang merupakan santri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Wates Kab. Lampung Tengah memiliki cacat fisik di kakinya.

Luar biasanya, meski susah untuk berjalan, tapi Yayan dengan semangatnya yang menyala-nyala ternyata bisa mengalahkan peserta lain yang fisiknya normal.

“Saya ingin bisa lebih bermanfaat untuk negara, bangsa dan agama. Saya juga ingin ikut mengawal para ulama, dan habaib,” ucap pria kelahiran Rawajitu ini.

Yayan mengaku dulunya pernah ikut pergaulan tak bermanfaat. Ia menghabiskan waktunya dengan kongkow bersama sejumlah anak punk.

“Tapi sekarang saya tak mau begitu lagi,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Wasis Aminin M.Pd, mengatakan, Diklatsar ini diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari sekitar Natar dan luar Kabupaten Lampung Selatan. (*)