Bandar Lampung — Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Karomani, M.Si., serius membenahi tingkat keamanan kampus, terutama terhadap aksi tindak kejahatan. Tidak main-main, Rektor langsung menggandeng Polda Lampung untuk menangkal para pelaku kriminal beraksi di area kampus.

Hal tersebut terungkap pada kunjungan silaturahmi jajaran pemimpin Universitas Lampung di Polda Lampung, Kamis (9/1/2019).

Selain Rektor, forum tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Yulianto, M.S., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK, Prof. Suharso, Ph.D., Sekretaris Rektor Dra. Ida Nurhaida, M.Si., serta Nanang Trenggono dan Kafie Nazarudin selaku juru bicara rektor.

Kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Drs Purwadi Arianto, Rektor berharap Polda Lampung dapat membangun polsubsektor di dekat pintu gerbang Universitas Lampung. Dengan begitu pihak kepolisian dapat memantau keamanan kampus lebih intens. Untuk keperluan itu Unila akan menyediakan lahan yang dibutuhkan Polda Lampung.

“Polsubsektor itu tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan keamanan Unila tetapi juga lingkungan sekitar kampus semisal kompleks Islamic Center. Oleh karena itu kami mohon dukungan dari Polda untuk merealisasikan rencana ini demi keamanan Unila dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain meminta Polsubsektor, orang nomor satu di Kampus Hijau ini berkomitmen mengupgrade sarana prasarana penunjang kemananan. Di antaranya dengan memasang CCTV di beberapa titik rawan di area kampus. Tidak hanya itu Rektor akan menambah lampu penerangan sehingga kondisi kampus mudah terpantau di malam hari.

Kapolda Lampung Irjen Pol Drs Purwadi Arianto menyambut baik usulan Rektor Unila. Menurutnya, langkah Prof. Karomani untuk bersinergi dengan Polda Lampung merupakan langkah awal yang sangat tepat di tengah dinamika kampus yang salah satunya terkait keamanan.

Sebagai langkah awal, persoalan-persoalan di lapangan perlu diidentifikasi. Seperti memasang imbauan penggunaan kunci ganda serta parkir pada tempat yang telah disediakan. “Sebagai identifikasi awal, satuan pengaman bisa menegur jika ada yang dicurigai di sekitar area parkir,” kata dia.

Unila juga dapat memasang sirine yang jika sewaktu-waktu ada bahaya sirine tersebut dapat dibunyikan sebagai tanda peringatan bahaya.

Pada kesempatan itu Kapolda juga berharap, Unila tidak hanya fokus pada peningkatan keamanan kampus dari tindak kejahatan. Rektor juga dapat bersinergi dengan Polda Lampung untuk memerangi radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Salah satunya dengan memasang hotline terkait larangan antiradikal. (rls)