Sumatra Barat – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Irsyad Syafar mengajak generasi muda untuk melek akan dinamika global. Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya untuk meraih kesuksesan.

“Merubah sebuah tantangan dan hambatan menjadi peluang, itulah manajemen stratejik. Kuncinya inovasi dan kreatifitas, inilah yang dikenal dengan milenial, ” katanya, Senin (9/12)

Lebih lanjut, dia mengatakan mahasiswa harus optimis, karena ada 113 juta skill workers diperlukan. 2020-2030, inilah masa puncak bonus demografi.

Angkatan kerja kita akan semakin didominasi generasi milenial. Perekonomian Indonesia harus tumbuh maksimal. Pada tahun 2030 ditargetkan, Indonesia akan rangking 10 perekonomian dunia.

Lebih jauh menegaskan, masa perlombaan kita semua. Berlomba untuk masa depan bangsa. Tapi di sisi lain kita dihadapkan pada data pendidikan bangsa ini, yang menyatakan 51,5% warga Negara yang hanya lulusan SD dan tidak tamat SD. Jawabannya adalah transformasi.

” Jadi kita harus berfikir hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini, oleh sebab itu, kita harus membiasakan diri dengan pekerjaan yang menantang, jangan kerja yang biasa-biasa saja. Itu kalau kita ingin maju.” (Adv/Hb/Humas-Kominfo)